Senin, 15 Juni 2009

Zakat Dalam Hukum

“Pungutlah zakat dari kekayaan mereka untuk membersihkan dan mensucikan mereka dengannya. Dan berdoalah untuk mereka, sungguh doamu mendatangkan ketenteraman bagi mereka. Allah Maha Mendengar Maha Mengetahui.” (QS:9:10)

Zakat scr bhs: suci, tumbuh, berkah dan terpuji;
Zakat scr term: sejumlah harta tertentu yang diwajibkan Allah diserahkan kepada org2 yg berhak. Jumlah yang dikeluarkan itu disebut zakat krn yg dikeluarkan itu menambah banyak, membuat lebih berarti, dan melindungi kekayaan itu dari kebinasaan (Nawawi mengutip Wahidi: Al-Majmu, jld, 5:32).

Shadaqah=shidq=benar.
Infaq=pemberian

Syarat harta kekayaan wajib zakat:
1. Halal dan baik.
“Hai org2 yg b’iman, nafkahkanlah sebagian drpd (hsl) usaha (p’niagaan) kamu yg baik&sebagian dr apa yg kami keluarkan dari bumi (pertanian) utk kamu. Dan jgnlah kamu memilih yg buruk, lalu kamu nafkahkan drpdnya, sedangkan kamu tiada mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata pdnya. Dan ketahuilah s’sungguhnya Allah Mh Kaya Lg Mh T’Puji. (Al-Bqrh:256).
2. Milik penuh.
Maksudnya adl kekayaan itu harus berada di bawah kontrol dan didalam kekuasaannya, berada ditangannya, tidak tersangkut di dalamnya hak orang lain, dapat ia pergunakan dan faedahnya dapat dinikmatinya.
3. Berkembang/produktif (nama’).
Bkembang scr konkret yaitu pembiakan (ternak, pertanian), perdagangan langsung. Bkembang scr tdk konkret yaitu bpotensi bkembang baik brd dlm tgnnya maupun melalui prantaraan org lain atas namanya.
4. Cukup nisab.
Yaitu memenuhi batas jumlah tertentu sehingga harta kekayaan menjadi wajib zakat (jumhur ulama b’sandar pada hadis “dibawah lima kwintal tidak ada zakatnya”.)
5. Lebih dari kebutuhan pokok dan bebas dari hutang.
Harta terhitung sejak dianggap telah melebihi kebutuhan hidup minimal sehari-hari (kebutuhan rutin). Ulama2 Hanafi memberi tafsiran seperti kelestarian hidup (makanan), belanja sehari2, rumah tinggal, pakaian, dan atau kebutuhan primer.
Hutang adalah penghalang wajib zakat atau paling tidak mengurangi ketentuan wajibnya. Sebab pemilikan seorang yang berhutang itu lemah dan tidak utuh (ia dibawah kekuasaan orang yang menghutanginya dan berhak menuntut atas hutangan tersebut).
6. Cukup haul (waku satu tahun)
Syarat lengkap harta wajib zakat adalah kepemilikan harta sudah berada di tangan si pemilik sudah lewat dari masa 12 bulan dan hanya berlaku buat ternak, uang dan harta benda dagang yaitu yang dapat dimasukkan ke dalam istilah “zakat modal”. Tetapi hasil pertanian, buah2an, madu, logam mulia, harta karun, dll yg sejenis tidak dipersyaratkan 1 tahun dan dimasukkan istilah “zakat pendapatan”.

Berhak zakat:
1. Fakir miskin
Fakir ialah mereka yg memiliki kurang dari separuh (jauh dari cukup) harta/p’hasilan layak dlm m’mnuhi keperluannya: sandang, pangan, papan dan segala keb. pokok lain baik utk sendiri maupun tanggungannya.
Miskin ialah mereka yang memiliki separuh/lebih (belum cukup) harta/p’hasilan layak dlm m’mnuhi keperluannya dan org yg menjadi tanggungannya.
2. Amil zakat (panitia zakat dan lembaganya, sarana administrasi serta pengurus keuangannya). Max.1/6 bag.
3. Muallaf
Org yg baru masuk Islam (termasuk org yg baru dibujuk hatinya, masih lemah, pendirian agamanya belum kokoh).
4. Hamba yang memerdekakan diri
5. Orang yg b’hutang (tdk berlebihan, utk kemaslahatan diri sendiri dan masy., bukan untuk kemaksiatan)
6. (Jihad) Fisabilillah
Org dijalan yang berjuang dijalan Allah dengan keikhlasan semata-mata dan mengharap ridho Allah. Dalam arti khusus berperang untuk agama/jihad &/bekerja utk Allah dalam bidang masing2 demi kepentingan agama.
7. Ibn Sabil
Musafir kaya/miskin apabila dalam perjalanan yang bukan utk maksiat kehabisan bekal atau hartanya tidak ada sama sekali.

Macam zakat:
FITRAH

MAAL (Harta)
1. Emas&Perak
2. Ternak
3. Pertanian
4. Barang dagangan
5. Rikaz dan galian

Tidak ada komentar:

Posting Komentar